Dakwah adalah proses menyampaikan ajaran Islam kepada manusia agar hidup sesuai dengan petunjuk Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ menjadi teladan terbaik dalam berdakwah—beliau menyampaikan risalah Islam dengan penuh kebijaksanaan, kasih sayang, dan kesabaran. Di era modern ini, terutama di tengah generasi Z yang hidup dalam dunia digital dan serba cepat, metode dakwah Rasulullah tetap relevan dan bisa dijadikan inspirasi.
Metode Dakwah Rasulullah ﷺ
Rasulullah memiliki pendekatan dakwah yang lembut, humanis, dan penuh hikmah. Beliau memahami karakter masyarakat, menggunakan bahasa yang sesuai, dan mengedepankan akhlak sebelum ucapan. Beberapa metode yang beliau gunakan antara lain:
- Dakwah dengan Hikmah (Kebijaksanaan)
Rasulullah menyampaikan pesan Islam dengan cara yang bijak, menyesuaikan kondisi dan kemampuan pendengarnya. Dalam QS. An-Nahl [16]:125, Allah berfirman:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.”
Ayat ini menjadi dasar bahwa dakwah harus dilakukan dengan akal sehat, etika, dan kelembutan, bukan dengan paksaan atau emosi. - Keteladanan dalam Perbuatan (Uswah Hasanah)
Sebelum berbicara, Rasulullah terlebih dahulu menunjukkan contoh nyata. Sikap jujur, sabar, dan penyayang beliau membuat banyak orang tertarik kepada Islam tanpa perlu banyak kata. Generasi Z yang lebih visual dan kritis akan lebih mudah menerima dakwah jika melihat bukti nyata dari perilaku yang baik. - Dialog dan Musyawarah
Rasulullah sering menggunakan pendekatan dialog ketika berdakwah. Beliau mendengarkan, memahami sudut pandang lawan bicara, lalu memberikan penjelasan dengan logika dan dalil yang lembut. Metode ini sangat relevan di era modern, di mana generasi muda lebih menghargai keterbukaan dan diskusi dua arah. - Pendekatan Personal dan Emosional
Rasulullah mampu menyentuh hati lawan bicaranya. Beliau memahami karakter setiap individu dan menyesuaikan cara penyampaiannya. Pendekatan emosional ini efektif untuk generasi Z yang cenderung mencari makna dan hubungan yang autentik dalam setiap hal.
Relevansi Metode Dakwah Rasulullah bagi Generasi Z
Generasi Z hidup dalam dunia digital yang penuh informasi dan opini. Mereka memiliki karakter khas: kreatif, terbuka, namun mudah bosan. Oleh karena itu, metode dakwah Rasulullah tetap relevan, asalkan disampaikan dengan cara yang sesuai dengan zaman.
- Menggunakan Media Digital Sebagai Sarana Dakwah
Rasulullah menggunakan sarana terbaik di masanya untuk berdakwah. Saat ini, media sosial adalah “mimbar” baru bagi dai modern. Generasi muda dapat meneladani semangat Rasulullah dengan menyebarkan konten positif, seperti kutipan hadis, nasihat singkat, dan video edukatif. - Dakwah dengan Keteladanan Online
Di era digital, perilaku di dunia maya mencerminkan karakter seseorang. Mahasiswa dan generasi muda perlu menunjukkan akhlak Islami melalui postingan, komentar, dan interaksi daring. Inilah bentuk “uswah hasanah” versi modern. - Mengutamakan Kasih Sayang dan Empati
Rasulullah berdakwah dengan kasih sayang, bukan kebencian. Generasi Z lebih mudah tersentuh oleh pesan yang menenangkan daripada yang menghakimi. Dakwah yang mengandung empati dan solusi konkret akan lebih diterima dibandingkan ceramah yang keras dan menakut-nakuti.
Peran Kampus Islam dalam Dakwah Generasi Z
Kampus seperti STITS Syekh Saman Al Hasan memiliki peran strategis dalam membimbing mahasiswa agar menjadi dai muda yang cerdas, santun, dan relevan dengan zaman. Melalui kegiatan seperti pelatihan dakwah digital, konten Islami kreatif, dan mentoring rohani, mahasiswa dapat menyalurkan semangat dakwah sesuai dengan nilai-nilai Rasulullah ﷺ.
Selain itu, kampus dapat menjadi ruang dakwah yang inklusif, di mana setiap mahasiswa—apapun latar belakangnya—dapat belajar tentang Islam secara bijak dan terbuka.
Kesimpulan
Metode dakwah Rasulullah ﷺ tetap relevan sepanjang masa. Kelembutan, keteladanan, dan kebijaksanaan beliau menjadi pedoman bagi siapa pun yang ingin menyebarkan Islam dengan cara yang benar.
Bagi generasi Z, dakwah bukan hanya tentang ceramah di mimbar, tetapi juga tentang menjadi teladan di dunia nyata dan digital. Dengan meneladani Rasulullah, mahasiswa STITS Syekh Saman Al Hasan dapat menjadi agen dakwah modern yang membawa cahaya Islam ke seluruh penjuru dunia dengan cara yang damai, kreatif, dan penuh hikmah.

Leave a Reply