Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk di lingkungan perguruan tinggi Islam. STITS Syekh Saman Al Hasan terus beradaptasi dengan kemajuan zaman melalui penerapan berbagai inovasi pembelajaran daring (online learning) yang dirancang untuk menjaga kualitas pendidikan sekaligus memudahkan mahasiswa dalam menimba ilmu di mana pun mereka berada.
Kampus Islam ini membuktikan bahwa digitalisasi tidak harus mengurangi nilai spiritualitas, melainkan dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat dakwah dan pendidikan Islam di era modern.
1. Mengintegrasikan Teknologi dengan Nilai-Nilai Islami
Berbeda dengan model pembelajaran daring pada umumnya, STITS Syekh Saman Al Hasan menanamkan nilai-nilai Qurani dalam setiap aspek pembelajaran digital. Setiap dosen didorong untuk mengawali perkuliahan daring dengan doa, membaca ayat Al-Qur’an, atau refleksi nilai keislaman yang relevan dengan materi.
Hal ini menjadikan pembelajaran daring tidak sekadar aktivitas akademik, tetapi juga media pembentukan karakter spiritual mahasiswa. Kampus memegang prinsip bahwa teknologi hanyalah alat, sedangkan tujuan akhirnya tetap untuk mencari ridha Allah melalui ilmu.
2. Platform Pembelajaran Digital yang Modern dan Ramah Mahasiswa
STITS Syekh Saman Al Hasan menggunakan Learning Management System (LMS) berbasis web yang mudah diakses oleh mahasiswa, baik melalui komputer maupun perangkat seluler.
Melalui platform ini, mahasiswa dapat:
- Mengikuti perkuliahan secara langsung (live class) atau menonton rekaman materi kapan saja.
- Mengunduh bahan ajar, tugas, dan referensi digital.
- Berinteraksi dengan dosen dan teman sekelas melalui forum diskusi.
- Mengerjakan kuis dan ujian daring secara aman dan terjadwal.
Fitur-fitur tersebut dirancang agar pembelajaran tetap interaktif dan efisien meskipun dilakukan secara online.
3. Pelatihan Dosen untuk Adaptasi Teknologi
Kampus memahami bahwa kesuksesan pembelajaran daring tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan tenaga pengajar. Oleh karena itu, STITS Syekh Saman Al Hasan secara rutin menyelenggarakan pelatihan literasi digital bagi para dosen.
Pelatihan ini meliputi pembuatan konten pembelajaran berbasis video, penggunaan media interaktif, hingga manajemen kelas virtual. Dengan cara ini, para dosen mampu menyampaikan materi dengan menarik tanpa kehilangan sentuhan keislaman yang menjadi ciri khas kampus.
4. Pendekatan Humanistik dalam Pembelajaran Daring
Salah satu keunggulan pembelajaran daring di STITS adalah pendekatannya yang humanistik dan empatik. Kampus menyadari bahwa tidak semua mahasiswa memiliki fasilitas internet atau perangkat yang sama, sehingga dosen selalu memberikan kebijakan fleksibel dalam pengumpulan tugas dan jadwal kelas.
Selain itu, komunikasi dua arah selalu dijaga melalui grup diskusi daring, konsultasi pribadi, dan sesi refleksi spiritual. Mahasiswa tetap merasa diperhatikan dan dibimbing secara personal, meski belajar dari jarak jauh.
5. Integrasi Dakwah Digital dan Kajian Interaktif
Sebagai kampus Islam, STITS Syekh Saman Al Hasan tidak hanya mengajarkan ilmu akademik, tetapi juga memperluas ruang dakwah melalui media digital. Dosen dan mahasiswa kerap berkolaborasi membuat kajian online, podcast Islami, dan konten dakwah kreatif yang disebarkan melalui YouTube, Instagram, dan TikTok edukatif kampus.
Kegiatan ini menumbuhkan semangat berdakwah di era digital dan membekali mahasiswa dengan kemampuan komunikasi yang efektif di ruang publik.
6. Penilaian Berbasis Proyek dan Kolaborasi
Salah satu bentuk inovasi lainnya adalah penerapan penilaian berbasis proyek (project-based learning). Mahasiswa tidak hanya diuji melalui ujian tulis, tetapi juga melalui proyek kolaboratif seperti pembuatan e-book keislaman, penelitian mini, atau simulasi dakwah digital.
Metode ini melatih mahasiswa untuk berpikir kritis, bekerja dalam tim, dan menerapkan teori dalam praktik nyata. Hasilnya, lulusan STITS memiliki kemampuan akademik sekaligus keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja dan dakwah modern.
7. Dukungan Teknis dan Konseling Online
Kampus juga menyediakan pusat bantuan daring (helpdesk) untuk menangani kendala teknis seperti akses kelas online, reset akun, atau kendala koneksi. Selain itu, tersedia layanan konseling rohani dan akademik online bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan belajar atau tekanan psikologis selama pembelajaran daring berlangsung.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa STITS tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga kesejahteraan spiritual dan emosional mahasiswa.
Kesimpulan
Melalui berbagai inovasi pembelajaran daring, STITS Syekh Saman Al Hasan berhasil menunjukkan bahwa digitalisasi tidak bertentangan dengan nilai Islam, justru menjadi peluang untuk memperluas jangkauan pendidikan dan dakwah.
Dengan memadukan teknologi modern dan nilai-nilai Qurani, kampus ini terus mencetak mahasiswa yang cerdas, adaptif, dan berakhlak mulia. Inilah wujud nyata komitmen STITS dalam menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang unggul, relevan, dan siap menghadapi tantangan era digital.

Leave a Reply