Kesibukan kuliah sering kali membuat sebagian mahasiswa lalai dalam menjalankan ibadah. Tugas menumpuk, jadwal padat, dan aktivitas organisasi kerap menjadi alasan mengapa ibadah mulai terabaikan. Padahal, bagi seorang Muslim, menjaga konsistensi ibadah adalah kunci ketenangan hati dan keberkahan ilmu.
Sebagai kampus Islam, STITS Syekh Saman Al Hasan senantiasa mengingatkan pentingnya menyeimbangkan antara kesungguhan akademik dan kedekatan spiritual kepada Allah. Artikel ini akan membahas cara menjaga ibadah tetap konsisten di tengah padatnya kehidupan mahasiswa.
1. Sadari Bahwa Ibadah adalah Sumber Kekuatan
Langkah pertama agar konsisten dalam ibadah adalah memahami bahwa ibadah bukan beban, melainkan kebutuhan ruhani.
Salat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an bukan sekadar rutinitas, tetapi energi yang memberi ketenangan dan kekuatan untuk menjalani kesibukan kuliah. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jadikanlah salat sebagai penolongmu dalam kesabaran.” (QS. Al-Baqarah [2]: 45)
Mahasiswa yang menjaga ibadah akan lebih fokus, tenang, dan bersemangat dalam belajar karena hatinya selalu terhubung dengan Allah.
2. Buat Jadwal Ibadah Seperti Jadwal Kuliah
Jika mahasiswa mampu membuat jadwal kuliah dengan rapi, maka seharusnya juga bisa menjadwalkan ibadah secara teratur.
Tulis waktu salat wajib, tadarus, dan dzikir harian di planner atau aplikasi pengingat. Dengan begitu, tidak ada alasan untuk lupa atau menunda. Jadikan waktu-waktu ibadah sebagai prioritas utama, bukan sisa dari waktu luang.
Contoh sederhana:
- Salat Subuh berjamaah sebelum berangkat kuliah.
- Dzikir pagi sambil menyiapkan buku pelajaran.
- Membaca satu halaman Al-Qur’an sebelum tidur.
3. Jaga Konsistensi Salat Tepat Waktu
Salat lima waktu adalah pondasi utama ibadah. Namun, banyak mahasiswa yang menunda salat karena “kuliah belum selesai” atau “lagi ngerjain tugas”.
Padahal, salat justru menjadi waktu istirahat terbaik bagi tubuh dan jiwa. Cobalah menghentikan aktivitas sejenak untuk menunaikan salat tepat waktu. Di kampus STITS Syekh Saman Al Hasan, mushalla tersedia di berbagai titik agar mahasiswa mudah menunaikan ibadah kapan saja.
Ingatlah, keberkahan ilmu datang bersama dengan keberkahan waktu salat.
4. Gunakan Waktu Luang untuk Dzikir dan Tilawah
Setiap mahasiswa pasti memiliki waktu-waktu kosong di sela kegiatan kuliah — entah menunggu dosen datang, waktu istirahat, atau perjalanan pulang. Waktu-waktu inilah yang bisa dimanfaatkan untuk dzikir, membaca Al-Qur’an, atau mendengarkan kajian singkat.
Tidak perlu lama — cukup lima hingga sepuluh menit sehari. Jika dilakukan dengan konsisten, amalan kecil ini akan membentuk kebiasaan spiritual yang kuat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Hindari Aktivitas yang Mengganggu Ketenangan Ibadah
Konsistensi ibadah akan sulit dijaga jika waktu habis untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Kurangi aktivitas yang tidak perlu seperti bermain media sosial berjam-jam, begadang tanpa tujuan, atau nongkrong tanpa arah.
Mahasiswa yang mampu mengatur waktu dan menghindari hal sia-sia akan lebih mudah menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat. Ingat, kesuksesan sejati adalah ketika prestasi akademik didampingi oleh ketenangan spiritual.
6. Temukan Teman yang Sama-Sama Semangat Beribadah
Lingkungan yang baik sangat berpengaruh pada kebiasaan ibadah. Bertemanlah dengan orang-orang yang mengingatkan dalam kebaikan, seperti mengajak salat berjamaah atau mengikuti kajian rutin kampus.
Di STITS Syekh Saman Al Hasan, komunitas seperti Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan halaqah tahsin Al-Qur’an menjadi tempat ideal bagi mahasiswa untuk saling menguatkan dalam menjaga keistiqamahan ibadah.
7. Jadikan Ibadah sebagai Penyeimbang Kehidupan
Kehidupan mahasiswa sering kali penuh tekanan — tugas, ujian, organisasi, dan tuntutan masa depan. Ibadah yang rutin menjadi penyeimbang dari semua itu.
Dengan memperbanyak salat, doa, dan dzikir, hati menjadi lebih sabar dan lapang. Ketika nilai tidak sesuai harapan, mahasiswa yang dekat dengan Allah akan tetap tenang karena tahu bahwa hasil terbaik adalah yang diridai-Nya.
Produktivitas tanpa spiritualitas akan melahirkan kelelahan, sedangkan spiritualitas tanpa produktivitas akan kehilangan arah. Keduanya harus berjalan seimbang.
Kesimpulan
Menjaga konsistensi ibadah di tengah kesibukan kuliah adalah tantangan sekaligus ujian keimanan. Namun, dengan niat yang tulus, manajemen waktu yang baik, serta lingkungan yang mendukung, mahasiswa dapat menjadikan ibadah sebagai bagian tak terpisahkan dari rutinitas akademik.
Di STITS Syekh Saman Al Hasan, semangat “belajar dan beribadah” selalu ditekankan agar mahasiswa tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan beriman kuat. Karena sejatinya, keberhasilan akademik tanpa kedekatan spiritual hanyalah kesuksesan yang hampa.

Leave a Reply