Rasa malas dan bosan adalah musuh utama mahasiswa. Tidak sedikit yang mengalami semangat tinggi di awal semester, tetapi menurun di tengah perjalanan karena padatnya tugas, rutinitas kuliah, atau kehilangan motivasi. Padahal, sebagai mahasiswa di kampus Islam seperti STITS Syekh Saman Al Hasan, belajar bukan sekadar kewajiban akademik — melainkan ibadah yang bernilai pahala jika diniatkan dengan benar.
Lalu, bagaimana cara mengatasi rasa malas dan bosan agar semangat belajar tetap menyala? Berikut beberapa tips efektif yang bisa diterapkan oleh mahasiswa.
1. Perbarui Niat dan Ingat Tujuan Awal
Langkah pertama untuk melawan rasa malas adalah meluruskan niat. Tanyakan kembali kepada diri sendiri: “Mengapa saya belajar?”
Jika jawabannya hanya untuk nilai atau gelar, motivasi akan mudah hilang. Tetapi jika niatnya karena Allah — untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan menolong sesama — maka setiap proses belajar akan terasa ringan dan bermakna.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Dengan mengingat tujuan suci menuntut ilmu, hati akan kembali bersemangat meskipun pikiran sedang jenuh.
2. Atur Waktu Belajar Secara Bijak
Rasa bosan sering muncul karena mahasiswa belajar tanpa perencanaan. Buatlah jadwal belajar yang teratur, hindari belajar mendadak menjelang ujian.
Gunakan metode Pomodoro — belajar fokus selama 25 menit, lalu istirahat 5 menit. Cara ini efektif menjaga konsentrasi dan mencegah kelelahan mental.
Tips tambahan:
- Belajarlah di waktu terbaik, seperti setelah Subuh atau menjelang Maghrib.
- Gunakan tempat belajar yang tenang dan rapi agar suasana lebih kondusif.
- Hindari belajar sambil membuka media sosial atau menonton video hiburan.
3. Ganti Pola Belajar yang Membosankan
Kebosanan bisa disebabkan oleh metode belajar yang monoton. Cobalah mengganti cara belajar agar lebih variatif:
- Gunakan video pembelajaran atau podcast islami.
- Diskusikan materi bersama teman di kampus atau kelompok kajian.
- Buat catatan berwarna atau mind map untuk memperjelas konsep.
- Ajarkan kembali materi kepada orang lain — karena mengajar adalah cara terbaik untuk memahami.
Di STITS Syekh Saman Al Hasan, dosen dan mahasiswa sering menerapkan pembelajaran kolaboratif dan berdiskusi aktif agar suasana kuliah tidak monoton dan membosankan.
4. Jaga Keseimbangan Antara Belajar dan Ibadah
Rasa malas bisa datang karena hati jauh dari Allah. Ketika seseorang lalai dalam ibadah, semangat dalam menuntut ilmu pun perlahan hilang.
Jagalah salat tepat waktu, perbanyak dzikir, dan jangan lupa membaca Al-Qur’an setiap hari meski hanya beberapa ayat. Ibadah yang terjaga membuat hati tenang dan pikiran fokus.
Ingat, keberkahan ilmu datang dari kedekatan dengan Allah, bukan semata dari banyaknya jam belajar.
5. Bergaul dengan Teman yang Produktif
Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap semangat belajar. Bertemanlah dengan orang-orang yang rajin, optimis, dan positif. Teman yang suka belajar dan aktif berdiskusi akan menulari energi semangat kepada kita.
Sebaliknya, jauhi teman yang suka menunda, banyak mengeluh, atau malas. Rasulullah ﷺ mengingatkan:
“Seseorang tergantung agama temannya, maka hendaklah kalian melihat dengan siapa kalian berteman.” (HR. Abu Dawud)
Di kampus Islam seperti STITS Syekh Saman Al Hasan, mahasiswa didorong untuk membentuk komunitas belajar dan halaqah ilmiah agar saling menyemangati dalam kebaikan.
6. Istirahat yang Cukup dan Jaga Pola Hidup Sehat
Kadang rasa malas bukan karena kurang motivasi, melainkan karena tubuh kelelahan. Pastikan tidur cukup 6–8 jam setiap malam, makan makanan bergizi, dan berolahraga ringan secara rutin.
Tubuh yang sehat membantu otak bekerja optimal. Jangan memaksa diri belajar tanpa henti — karena produktivitas justru menurun ketika tubuh lelah. Islam pun mengajarkan keseimbangan antara ibadah, belajar, dan istirahat.
7. Hiasi Belajar dengan Doa dan Dzikir
Sebelum belajar, biasakan membaca doa:
“Rabbi zidni ‘ilma” — Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu. (QS. Taha [20]: 114)
Doa ini bukan sekadar ucapan, tetapi bentuk penyerahan diri bahwa ilmu sejati berasal dari Allah. Dengan niat dan doa yang tulus, belajar akan terasa lebih ringan dan hati menjadi lebih tenang.
8. Hargai Proses, Bukan Hanya Hasil
Salah satu penyebab bosan adalah keinginan untuk cepat berhasil. Padahal, setiap ilmu membutuhkan proses. Mahasiswa berprestasi adalah mereka yang menikmati perjalanan, bukan hanya menunggu hasil akhir.
Belajar sedikit demi sedikit setiap hari jauh lebih baik daripada belajar mendadak menjelang ujian. Jangan bandingkan diri dengan orang lain, tetapi fokus pada perkembangan pribadi dan usaha yang dilakukan.
9. Isi Waktu Luang dengan Kegiatan Positif
Ketika rasa bosan datang, jangan langsung berhenti belajar sepenuhnya. Alihkan dengan kegiatan positif seperti membaca buku motivasi Islam, mendengarkan ceramah inspiratif, atau mengikuti kegiatan kampus yang bermanfaat.
Kegiatan yang bernilai ibadah dapat menyegarkan pikiran sekaligus menjaga semangat belajar tetap hidup.
10. Ingat Bahwa Setiap Ilmu Akan Dimintai Pertanggungjawaban
Terakhir, tanamkan kesadaran bahwa ilmu yang dipelajari bukan untuk kesombongan, tetapi untuk diamalkan dan diajarkan. Setiap ilmu akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Dengan kesadaran ini, belajar menjadi lebih bermakna, bukan sekadar rutinitas duniawi. Mahasiswa akan terdorong untuk terus berusaha dan menghindari rasa malas karena sadar bahwa setiap detik belajar adalah bagian dari jihad menegakkan ilmu.
Kesimpulan
Rasa malas dan bosan dalam belajar adalah hal wajar, tetapi tidak boleh dibiarkan. Dengan niat yang benar, lingkungan yang baik, manajemen waktu, dan ibadah yang terjaga, setiap mahasiswa bisa mengatasinya.
Di STITS Syekh Saman Al Hasan, semangat menuntut ilmu selalu diiringi dengan nilai-nilai spiritual agar mahasiswa tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga kuat secara iman dan karakter.
Belajar dengan semangat, karena setiap usaha menuntut ilmu adalah langkah menuju keberkahan hidup.

Leave a Reply