Menjadi mahasiswa di perguruan tinggi Islam bukan hanya tentang menuntut ilmu di ruang kuliah. Di STITS Syekh Saman Al Hasan, kehidupan kampus justru menjadi tempat terbaik untuk membentuk kepribadian, memperluas wawasan, dan menumbuhkan semangat kepemimpinan. Beragam kegiatan kemahasiswaan diselenggarakan secara rutin untuk melatih mahasiswa agar menjadi pribadi yang unggul, berakhlak, dan siap berkontribusi di masyarakat.
Berikut beberapa kegiatan kemahasiswaan yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa STITS Syekh Saman Al Hasan.
1. Kajian dan Mentoring Keislaman
Sebagai kampus berbasis Islam, kegiatan utama yang wajib diikuti mahasiswa adalah kajian rutin dan mentoring keislaman. Kegiatan ini membahas berbagai topik penting, seperti aqidah, fiqih, akhlak, serta kajian tematik terkait kehidupan mahasiswa.
Tujuannya bukan hanya menambah pengetahuan agama, tetapi juga membentuk karakter Islami dan memperkuat keimanan di tengah tantangan kehidupan modern. Biasanya, kajian ini dibimbing langsung oleh dosen atau ustaz kampus yang kompeten di bidangnya.
2. Lembaga Dakwah Kampus (LDK)
Lembaga Dakwah Kampus atau LDK menjadi wadah bagi mahasiswa yang memiliki semangat berdakwah. Di sini, mahasiswa belajar bagaimana menyampaikan pesan Islam secara santun, kreatif, dan relevan dengan zaman.
Kegiatan LDK meliputi pelatihan dakwah, pembuatan konten islami digital, tabligh akbar, serta kegiatan sosial seperti bakti masyarakat dan santunan anak yatim. Melalui LDK, mahasiswa tidak hanya belajar berdakwah di atas mimbar, tetapi juga di ruang digital dan lingkungan sosial mereka.
3. Organisasi Mahasiswa (ORMAWA)
STITS Syekh Saman Al Hasan memiliki berbagai organisasi kemahasiswaan (ormawa) yang berfungsi sebagai wadah pengembangan diri dan kepemimpinan. Beberapa di antaranya adalah:
- BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) – berperan sebagai lembaga eksekutif yang mengoordinasikan kegiatan mahasiswa tingkat kampus.
- HMPS (Himpunan Mahasiswa Program Studi) – fokus pada kegiatan akademik dan penelitian sesuai bidang keilmuan.
- UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) – wadah untuk menyalurkan minat dan bakat seperti seni, olahraga, jurnalistik, dan teknologi.
Melalui organisasi-organisasi ini, mahasiswa dilatih untuk mengelola acara, bekerja sama dalam tim, serta berpikir kritis dan inovatif.
4. Kegiatan Pengabdian Masyarakat
Sebagai calon pendidik dan dai, mahasiswa STITS Syekh Saman Al Hasan diwajibkan terlibat dalam pengabdian kepada masyarakat (PKM). Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengamalkan ilmu yang telah dipelajari di kampus secara langsung.
Contohnya seperti program “Mahasiswa Mengajar di Desa”, bimbingan TPA, pelatihan keagamaan, atau bakti sosial di daerah terpencil. Selain memperkuat empati sosial, kegiatan ini juga mengasah kemampuan komunikasi dan kepemimpinan mahasiswa di lapangan.
5. Pelatihan Kepemimpinan dan Public Speaking
Untuk mencetak generasi yang tangguh dan percaya diri, kampus rutin mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) dan pelatihan public speaking.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa dilatih agar mampu berbicara di depan umum dengan baik, mengelola emosi, dan menyampaikan ide secara efektif. Nilai-nilai Islam tetap menjadi landasan utama, sehingga kepemimpinan yang terbentuk bukan hanya kuat secara intelektual, tetapi juga berakhlak.
6. Festival dan Perlombaan Islami
STITS Syekh Saman Al Hasan juga mengadakan berbagai festival dan lomba bernuansa Islami seperti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), lomba kaligrafi, ceramah agama, hingga desain konten dakwah digital.
Kegiatan ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menyalurkan bakat sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah antar mahasiswa. Selain itu, kampus sering mengirimkan delegasi untuk mengikuti perlombaan tingkat regional dan nasional sebagai bentuk eksposur akademik.
7. Kegiatan Olahraga dan Seni Islami
Selain kegiatan keagamaan, mahasiswa juga didorong untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan hidup melalui olahraga rutin dan kegiatan seni Islami.
Olahraga seperti futsal, badminton, dan voli sering diadakan antar jurusan. Sementara kegiatan seni meliputi marawis, hadrah, dan nasyid yang sering tampil dalam acara-acara kampus maupun kegiatan masyarakat sekitar.
8. Studi Lapangan dan Kunjungan Edukatif
Untuk memperkaya wawasan dan pengalaman, kampus juga mengadakan studi lapangan ke pesantren, lembaga dakwah, atau instansi pendidikan Islam lainnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar langsung tentang praktik manajemen pendidikan dan dakwah di dunia nyata.
Kesimpulan
Kegiatan kemahasiswaan di STITS Syekh Saman Al Hasan dirancang untuk mendukung pengembangan intelektual, spiritual, dan sosial mahasiswa. Dengan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu akademik, tetapi juga membangun karakter dan keterampilan hidup yang akan menjadi bekal berharga di masa depan.
Belajar di STITS berarti tumbuh dalam lingkungan yang mendidik, religius, dan inspiratif — tempat terbaik untuk menjadi insan berilmu dan berakhlak mulia.

Leave a Reply