Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa STITS Syekh Saman Al Hasan

Sebagai lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen mencetak generasi berilmu dan berakhlak, STITS Syekh Saman Al Hasan tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik di ruang kuliah. Kampus ini juga menanamkan nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab kemasyarakatan melalui berbagai program pengabdian masyarakat.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi wadah untuk menerapkan ilmu, memperkuat empati, dan memberikan kontribusi nyata bagi umat. Inilah salah satu wujud nyata dari semangat Islam — menjadikan ilmu bukan sekadar untuk diri sendiri, tetapi untuk kemaslahatan orang banyak.


1. Makna Pengabdian dalam Perspektif Islam

Dalam Islam, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)

Hadis ini menjadi landasan bahwa setiap mahasiswa Muslim memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Pengabdian bukan sekadar kegiatan formal, tetapi bentuk nyata dari ibadah sosial — melayani umat dengan keikhlasan dan niat yang tulus.


2. Tujuan Kegiatan Pengabdian Masyarakat di STITS Syekh Saman Al Hasan

Program pengabdian masyarakat di STITS Syekh Saman Al Hasan dirancang untuk mencapai beberapa tujuan penting, yaitu:

  • Mengimplementasikan ilmu keislaman dan pendidikan dalam kehidupan nyata.
  • Membentuk karakter mahasiswa yang peduli dan berjiwa sosial.
  • Menumbuhkan semangat dakwah dan pemberdayaan masyarakat.
  • Membangun hubungan harmonis antara kampus dan lingkungan sekitar.

Kegiatan ini juga menjadi sarana latihan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim bagi mahasiswa agar siap menghadapi dunia nyata setelah lulus.


3. Bentuk-Bentuk Pengabdian Masyarakat Mahasiswa STITS

STITS Syekh Saman Al Hasan memiliki beragam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan setiap tahun, baik di lingkungan lokal maupun daerah terpencil. Beberapa di antaranya adalah:

a. Program Mengajar di Desa (Teaching for Village)

Mahasiswa turun langsung ke sekolah-sekolah dan madrasah untuk mengajar mata pelajaran agama, membaca Al-Qur’an, serta pendidikan karakter. Melalui kegiatan ini, mereka belajar bagaimana menjadi pendidik yang sabar, komunikatif, dan inspiratif.

b. Dakwah dan Kajian Islam di Masyarakat

Mahasiswa bekerja sama dengan masjid, majelis taklim, dan organisasi Islam lokal untuk menyelenggarakan pengajian, ceramah, dan pelatihan keagamaan. Selain menyampaikan ilmu, kegiatan ini juga memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

c. Pelatihan Literasi dan Keterampilan

Selain bidang keagamaan, mahasiswa juga memberikan pelatihan seperti literasi digital, kewirausahaan syariah, manajemen keuangan rumah tangga, dan pendidikan karakter bagi anak muda desa. Tujuannya adalah agar masyarakat menjadi lebih mandiri dan produktif.

d. Bakti Sosial dan Santunan

Kegiatan sosial seperti pembagian sembako, donor darah, santunan anak yatim, dan kerja bakti bersama masyarakat menjadi bagian dari agenda rutin. Mahasiswa diajak untuk merasakan langsung kehidupan masyarakat kecil dan menumbuhkan rasa empati.

e. Program Ramadhan dan Hari Besar Islam

Setiap bulan Ramadhan, mahasiswa STITS aktif dalam kegiatan seperti safari dakwah, pesantren kilat, dan buka puasa bersama masyarakat. Momentum ini digunakan untuk mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat.


4. Dampak Positif Pengabdian terhadap Mahasiswa dan Masyarakat

Kegiatan pengabdian masyarakat membawa manfaat besar, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat penerima manfaat.

Bagi Mahasiswa:

  • Menambah wawasan sosial dan pengalaman lapangan.
  • Melatih jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab.
  • Menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian sosial.

Bagi Masyarakat:

  • Mendapat akses pendidikan dan pembinaan agama.
  • Merasakan kehadiran kampus Islam yang peduli terhadap kebutuhan umat.
  • Terinspirasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan spiritualitas.

Dengan interaksi yang harmonis, mahasiswa belajar bahwa ilmu tanpa amal hanyalah teori, sementara amal tanpa ilmu bisa kehilangan arah.


5. Dukungan Kampus terhadap Program Pengabdian

STITS Syekh Saman Al Hasan secara aktif mendukung program pengabdian melalui koordinasi antara dosen pembimbing dan lembaga kampus. Mahasiswa dibekali dengan pelatihan dan panduan agar kegiatan berjalan efektif dan sesuai dengan prinsip dakwah Islam yang penuh hikmah.

Selain itu, kampus juga menjalin kerja sama dengan lembaga pemerintah, organisasi sosial, dan komunitas lokal untuk memperluas jangkauan manfaat program pengabdian ini.


6. Pengabdian Sebagai Wujud Dakwah Modern

Di era digital, pengabdian masyarakat juga berkembang ke arah dakwah digital dan edukasi berbasis teknologi. Mahasiswa dilatih membuat konten dakwah kreatif, kampanye sosial berbasis media, serta program pemberdayaan online untuk masyarakat luas.

Dengan begitu, dakwah dan pengabdian tidak lagi terbatas pada lokasi fisik, tetapi menjangkau umat di seluruh penjuru melalui dunia maya.


Kesimpulan

Kegiatan pengabdian masyarakat di STITS Syekh Saman Al Hasan adalah bukti nyata sinergi antara ilmu, amal, dan iman. Mahasiswa tidak hanya dibentuk menjadi akademisi yang cerdas, tetapi juga insan sosial yang peduli terhadap sesama.

Melalui program-program seperti mengajar di desa, dakwah komunitas, hingga pelatihan keterampilan, kampus ini terus menanamkan semangat “Ilmu untuk Umat.”

Karena sejatinya, ilmu yang sejati bukanlah yang disimpan, tetapi yang diamalkan untuk membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *