Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekhsaman Al-Hasan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Metode Pengajaran Qur’ani bagi para guru TPQ, Madrasah Diniyah, serta mahasiswa calon pendidik pada Sabtu (23/11) di Aula Kampus STIT Syekhsaman Al-Hasan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan Al-Qur’an secara sistematis, menarik, dan sesuai kaidah tajwid.
Pelatihan Difokuskan pada Metode Pembelajaran Anak dan Remaja
Pelatihan ini menghadirkan instruktur bersertifikat nasional yang mengajarkan teknik mengajar Al-Qur’an menggunakan metode:
- Iqra’ Visual Interaktif
- Tilawati Tematik
- Pembelajaran Tajwid Praktis
- Gerak dan Lagu Qur’ani untuk Anak Usia Dini
Peserta dilatih untuk membuat pembelajaran lebih mudah dipahami oleh anak, terutama dalam pengenalan huruf hijaiyah dan bacaan dasar Al-Qur’an.
“Mengajar Qur’an bukan hanya membaca dengan benar, tetapi juga memahami cara anak belajar,” ujar pemateri utama yang juga merupakan konsultan pendidikan Qur’ani.
Praktik Micro-Teaching oleh Mahasiswa STIT
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan PGMI juga mendapatkan kesempatan praktik micro-teaching, dengan simulasi mengajar layaknya di kelas TPQ. Mereka diminta mengajar huruf hijaiyah, tajwid sederhana, serta latihan membaca juz amma.
Instruktur secara langsung memberikan evaluasi terkait intonasi bacaan, sikap mengajar, serta teknik memotivasi anak agar semangat belajar Al-Qur’an.
Kerja Sama dengan TPQ dan Madrasah Desa Sekitar
Dalam kegiatan ini, STIT Syekhsaman Al-Hasan juga menjalin kemitraan dengan beberapa TPQ dan Madrasah Desa di wilayah sekitar sebagai bagian dari program pengabdian kampus.
Perwakilan TPQ menyampaikan,
“Pelatihan seperti ini sangat membantu guru-guru kami agar bisa mengajar Qur’an lebih baik dan menarik bagi santri.”
Kerja sama ini akan dilanjutkan dengan monitoring dan pendampingan berkala oleh mahasiswa praktik lapangan.
Penegasan Kampus atas Peran Pendidik Qur’ani
Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan menyampaikan bahwa kampus tidak hanya mencetak sarjana agama, tetapi pendidik Qur’ani yang berilmu, profesional, dan berakhlak.
“Guru Qur’an harus hadir bukan hanya sebagai pengajar huruf, tetapi pembimbing akhlak generasi,” tegasnya dalam penutupan acara.
Kesimpulan
Melalui pelatihan ini, STIT Syekhsaman Al-Hasan memperkuat komitmennya dalam melahirkan pendidik Qur’ani yang kompeten dan berkarakter. Kegiatan tidak hanya meningkatkan kemampuan guru TPQ dan Madrasah, tetapi juga memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa sebagai calon pendidik Islam. Program ini diharapkan berlanjut menjadi pembinaan berkelanjutan demi terciptanya generasi Qur’ani yang unggul di Aceh.

Leave a Reply